Kesehatan

Otak, Organ Penting Pengatur Tubuh, Kenali Nutrisi Pendukung Perkembangan untuk Si Kecil

Otak, Organ Penting Pengatur Tubuh, Kenali Nutrisi Pendukung Perkembangan untuk Si Kecil

Perkembangan bayi setelah lahir (neonatal) harus diperhatikan, terutama untuk meningkatkan kecerdasan bayi. Setelah bayi disapih, makanan yang bergizi sangat diperlukan untuk perkembangan otak. Ada beberapa vitamin otak untuk bayi yang harus diberikan mengingat otak bayi adalah otak masa pertumbuhan dan perkembangan. Andaikan makanan bergizi atau vitamin otak tidak diberikan, bayi dapat tumbuh menjadi anak yang tingkat kecerdasannya rendah.

Kurang gizi disebut juga dengan istilah malnutrisi. Malnutrisi dapat menyebabkan pertumbuhan bayi terhambat, menjadi kurus, dan masih banyak lainnya.  Sedangkan kekurangan vitamin disebut dengan Avitaminosis. Akan tetapi kebutuhan nutrisi setiap bayi tidak selalu sama bisa saja berbeda-beda. Agar bayi terhindar dari permasalahan tersebut, bumil wajib mengenali beberapa vitaimin yang dibutuhkan oleh otak bayi.

Jenis Vitamin Paling Dibutuhkan  untuk  Otak Bayi

  • Vitamin B6 (Piridoksin)

Piridoksin merupakan salah satu vitamin otak untuk bayi yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan otak. Piridoksin juga membantu meningkatkan sikap bayi agar bayi dapat beradaptasi dengan baik. Piridoksin dapat diperoleh dari sereal, roti, kacang-kacangan, daging, dan ikan tuna.

  • Vitamin B12 (Kobalamin)

Kobalamin berperan dalam pembentukan mielin (selaput pembungkus saraf). Kobalamin dapat diperoleh dari daging ayam, daging sapi, ikan, dan lain-lain.

Nutrisi Lain untuk Otak Bayi

  • Omega 3 atau DHA

Salah satu vitamin otak yang dibutuhkan oleh bayi adalah DHA. DHA adalah kependekan dari Docosahexaenoic Acid, DHA dapat ditemukan di dalam ASI. DHA berfungsi mengembangkan psikomotorik dan mentalitas bayi. Meski DHA sering ada pada susu formula pada bayi tetapi susu terbaik tetaplah ASI eksklusif.

  • Protein

Protein berfungsi dalam perkembangan sel saraf dalam otak. Adanya perkembangan sel saraf akan meningkatkan kecepatan berpikir dan kecerdasan lainnya. Untuk mendapatkan kebutuhan protein, Ibu yang menyusui sebaiknya mengonsumsi makanan yang mengandung banyak protein seperti telur, ikan, daging ayam, ikan, kacang-kacangan, dan lain-lain.

  • Kolin

Ketika bayi masih berada di dalam kandungan sampai fase pasca embrionik kolin berperan penting dalam perkembangan otak dan tahapan terbentuknya tulang belakang. Perkembangan otak yang dipengaruhi kolin terutama adalah peningkatan fungsi kognitif bayi. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Anda, para ibu menyusui sangat disarankan untuk mengonsumsi susu, telur, dan kedelai.

  • Seng (ZInc)

Seng (Zn) berperan penting dalam produksi leukosit (sel darah putih) sebagai pertahanan diri dari antigen yang menyerang tubuh bayi. Selain itu, seng juga bertugas seperti layaknya montir yang memperbaiki kerusakan mesin. Seng akan memperbaiki sel atau jaringan tubuh yang rusak. Beberapa sumber seng adalah daging.

  • Besi (Fe)

Besi berfungsi dalam sintesis hemoglobin dalam sel eritroblas tulang serta perkembangan otak. Besi dapat diperoleh dalam sayuran, telur dan daging.

  • Asam Folat

Ketika bayi masih berada dalam kandungan, asam folat banyak berperan dalam kecerdasan bayi. Kekurangan asam folat memiliki risiko terhadap tumor otak dan cacat tabung saraf (spina bifida) bayi. Berdasarkan AKG, minimal ibu hamil mengonsumsi asam folat 400 mcg.

Secara umum, kandungan vitamin otak untuk bayi dapat ditemukan di dalam ASI dan makanan-makanan lainnnya seperti daging dan kacang-kacangan. Selain itu, kandungan nutrisi otak terbanyak ada di makanan laut. Jika mungkin ada beberapa ibu hamil yang tidak dapat mencukupi vitamin untuk otak bayi dari makanan, bumil bisa mendapatkannya dari suplemen untuk bumil selama hamil dan menyusui. Semoga bermanfaat!